by Gita Savitri Devi

6/19/2013

Enjoying Weekend As Tourists Part 2

Pada kesempatan kali ini Paul dan Gita keren lanjut jalan-jalan ke beberapa tempat keren di Berlin. Tujuan pertama adalaahhh... *jeng-jeng-jenggg!!* Pergamon Museum. Kenapa bisa ended up disana? Karena kami sebelumnya googling dulu dong mau kemana! Haha. Pas nemu ini, gue yang "Yang, ni tempat kayaknya keren deh. Kesana yuk hari ini?". Paul pun berkata, "Hmm.. Hayuk!". 
Museum ini berisi tentang bangunan-bangunan pecyah peninggalan ancient greek dan egypt. Reaksi kami berdua sewaktu memasuki museum ini adalah "Wow....". Kenapa bisa ngomong wow? Karena :




Yang ini nyolong dari Wikipedia
The whole thing di boyong ke Berlin! Batu-batuan yang masih tersisa di bawa kesini dan di taro di museum dan this thing is HUGE. Ternyata pas masuk ke bagian lain dari museum ini, gue dibikin ngomong "Wow" lagi. Ah... Stop it you!
Tapi asli ni museum gedeeee bener. Paul dan gue yang tadinya berbinar-binar jadi "Yang, keluar yuk. Panas."






Pokoknya ini museum keren, karena isinya nggak cuma batu-batuan atau patung-patung mainstream, tapi beneran bangunannya. Jadi kita bisa bener-bener bayangin the actual building. Hammer! (Walaupun isinya banyak banget banget banget--oke lebay--tapi tetep keren lah).


Setelah menapakan kaki dan berjalan-jalan sebentar di museum, kami lanjut ke Ritter Sport. Jadi berhubung Ritter Sport itu asli dari jerman, di buatlah semacam pusatnya dan disana kita bisa ngerancang coklat sendiri. Bisa suka-suka mau pake isi apaan. Disana juga ada café dan mereka jual Ritter Sport muffin! What's better than dat?!








Our chocolate creation : Marshmallow, rice crunch, corn flakes


Dari Ritter Sport kami lanjut ke Gendarmenmarkt. Gue pribadi belom pernah masuk ke dalem gedungnya, tapi kayaknya itu semacaem tempat konser-konser klasik orkestra gitu lah. Disekitarnya juga ada restoran-restoran. Tipikal eropa. Yang gue suka dari tempat ini adalah bangunannya tua-tua asik santai gitu dan bagus buat objek foto. Gendarmenmarkt ini menjadi tujuan terakhir kita pada hari itu, hari kami menjadi turis, turis asia (bukan Tongkang).








Kami memutuskan untuk stay disini sampe hari agak gelap a.k.a nungguin sunset. Cukup menenangkan dan sangat kereeen!
Share:

4/23/2013

Enjoying Weekend as Tourists part 1

Weekend kemarin Paul berkunjung dan dalam kesempatan ini kita berdua mau nuris! Haruslah. Cuaca lagi bagus coy, musim semi akhirnya datang, matahari akhirnya bersinar, jerman akhirnya terang. Ahoy.

Hari pertama nuris bzw. hari sabtu Paulus dan GitaKeren pergi ke Hackescher Markt. Jalan-jalan aja lewatin Spree dan Berliner Dom. Di deket sana kita beli es krim dan lanjut jalan muterin sampe awal Alexanderplatz. Terus akhirnya kita masuk dalem-dalemnya Hackescher Markt sampe ke Weinmeisterstrasse dan kita pun berkunjung ke Barcomi's dan makan cheese cake enak :))















Naahh.. Abis dari Barcomi's kita nyangsang ke Hauptbahnhof nggak tau kenapa. Abis itu ke Brandenburger Tor. Ngapain kita kesitu? Menikmati sunset! Hahaha. Kebetulan pas kesana lagi sunset gitu lah, terus kayak yang bagus gitu jadinya. Terus karena kita turis jadinya ya foto-foto kan tuh. Setelah bosen sama si Brandenburger Tor kita jalan-jalan ke Unter den Linden dan disana kita cuma ke tempat yang ada satu patung itu dan duduk-duduk di bangku sambil nyanyi-nyanyi lagunya Tori Kelly haha. Nyari liriknya di hape gara-gara lupa nada depannya gimana. Abis itu nyanyi lagi kaya orang nggak ada kerjaan. Tapi sowieso emang kita sore itu lagi nggak ada kerjaan -___-.
Abis dari situ kita makan di Lon Men Savignyplatz. Makan Nuddel mit Wan Tan yang cuma 4,20 EUR saja dan rasanya rancak bana!











Masih ada lagi kelanjutan penurisan kami di sekitaran Berlin pada hari minggu. Stay tuned terus di blog gue ya haa haa haa (berasa orang penting).

Adios!
Share:

12/16/2012

Just About Me Yesterday

Yesterday I studied at the library at 12 until 5. From home I brought my camera with me, because I've planned to go to Friedrichstrasse to take some pictures. You know, it's winter and what I love about winter in Germany is there are lights everywhere. The streets are decorated, Christmas market, people wearing winter coat, and the most important thing is snow. I love snow. It puts me in the good mood. People are somehow calmer and I like it. But in rush hour there are still gonna be hecticness going on. Germans somehow cannot relax. I'm not finding the reason yet.
Anyways, yeah lights. I love lights. Especially in the night. They're really beautiful. I live near schloss charlottenburg and there's a christmas market there. Every time I went home, I saw lights with different colors and it made me smile. It's so romantic.
 






Hmm... Recently I listened to lots of indonesian songs on the radio. I found it relaxing hearing someone talking in your mother tounge when you're far away from home. What I realized is indonesian songs are now somehow changed. The way they're written now is different than the past. I don't say that it's a good thing. Because if you pay attention to the lyrics, you'll find that it's so cheesy. They're using words that are informal and it loses the meaning of the song itself. This is a lil bit disappointing. Even Kahitna, they're well-known for their romantic and sweet songs. Not only the notes but also the lyrics. But you know what? Kahitna in 2012 wrote a song called "Galau". Galau in my opinion is not even a word. You can't find it in a dictionary. Do the labels now only care about how much money they'll make from these cheesy and crappy music? Where are the people who usually made beautifully-written songs hiding?
2012, you're strange enough now for me.
Share:
Blog Design Created by pipdig