by Gita Savitri Devi

2/05/2012

5:45 pm

Direndahkan itu adalah hal yang menurut gue paling nggak enak. Kita jadi ngerasa nggak punya apa-apa, ngerasa kecil, ngerasa hina bahkan lebih hina dari kotoran. Gue nggak pernah nyaranin siapa pun untuk ngelakuin itu, ke mahluk hidup mana pun, terlebih ke orang yang kalian kenal.

Gue? Gue sering direndahkan. Ya oke, nggak terlalu sering. Nggak jarang juga. Lately, perasaan sakit hati itu lah yang gue rasain. Perasaannya ketika di perlakukan kayak gitu... Hehe. Macem-macem. Gue jadi tiba-tiba keinget nyokap sama bokap. Gue emang nggak deket sama mereka dan gue bahkan nggak tau gimana kabar mereka sekarang ini. Tapi yang perlu diketahui (oleh Tuhan dan diri gue sendiri, kalian nggak perlu tau), gue sayang banget sama mereka. Apa yang gue lakuin selama ini cuma buat mereka, nggak ada yang lain. Entah, ketika gue lagi marah, hati gue atau harga diri gue lagi di injek-injek, gue selalu terbayang muka mereka yang lagi tersenyum dan itulah yang selalu ngebuat air mata gue jatuh.
Nyokap pernah bilang, "Gita, kamu tunjukin ke orang-orang yang ngeremehin kamu, yang ngerendahin kamu, kalau kamu itu bisa lebih dari mereka.". Kata-kata itu selalu gue terapkan.

Iya, gue emosian. Gue pun marah banget kalau dapet perlakuan kayak gini. Tapi beberapa saat kemudian gue cuma bisa senyum dan ngomong dalam hati, "We'll see."
Hehehe ternyata berawal dari sakit hati karena ucapan dan perlakuan orang lain bisa jadi motivator yang cukup ampuh buat gue. Terserah mereka mau bilang gue apa. Mau caci-maki dan kata-kata kotor seperti apa yang mereka lontarkan ke gue. Itu nggak membuat gue jatoh dan berlarut-larut dalam kesedihan. Semua itu seperti api yang menjilat kulit gue, panas, tapi gue bisa langsung ngalahin rasa perihnya dengan menyiram pake air dingin.

Kata-kata kotormu hanyalah cerminan dirimu, yang akan ku tranformasikan ke pencapaian-pencapain dalam hidup ku kelak.

Mungkin sekarang ini gue hanya bisa menulis, menulis, dan menulis. Semua sakit yang sedang gue rasain cuma bisa gue alirkan ke huruf-huruf yang sedang gue ketik.
I'm on my way to success. Toh, I'm showing you right now. I'm might be young, but I achieved more.

 Aku tidak butuh segala kebencianmu terhadapku untuk menghalangi ku mencapai apa yang ku inginkan. Kebencianmu adalah cambuk bagi ku, dan aku akan terus jalan dan at the end, aku perlihatkan kepada kamu bahwa aku bisa lebih--jauh lebih baik--dari kamu :-)

Gue akan lulus kuliah dengan usaha gue sendiri, gue akan berkarir atas usaha gue sendiri pula, gue akan jadi anak yang bisa nemenin orang tua gue sewaktu mereka tua nanti, gue akan jadi teman yang bisa ngebantu teman lainnya, kelak gue akan jadi istri yang pintar, pengertian, nggak egois, ngayonin suami, dan bisa di andalkan, dan gue akan jadi seorang ibu dari anak-anak yang soleh, cerdas, dan sayang sama orang tuanya.

Balas dendam? Mungkin. 
You and I, let's see who's gonna win.
Share:

4 comments

  1. Penuh amarah dan ga mau kalah amat, santai aja kale. Kalo lo ngerasa lebih terus dari org lain lo ga akan kemana2 selain ke sombong. Masih banyak yang beneran emang 'lebih' dari lo, deal with it, mind ur own business and be nice.

    ReplyDelete
  2. Sebelomnya gue mau nanya dulu nih, IQ lo berapa sih? :p
    Sok-sok ngejudge dan nasehati. Ehm, Sir. Like you said, MIND YOUR OWN BUSINESS AND BE NICE :-).

    ReplyDelete
  3. since we first met,i know from the way you talk that u r not easy to giv up and a though person.i know you'll get what you want it.u hav a many friends "here in this city" they not gonna let u downnn

    be though git :D

    ReplyDelete
  4. thank u, Anon. so you know me, eh? have we met?? tell me who you are then hehe. makasi banyak yaa dukungannya :) walaupun cm dlm bentuk komen di blog, tp berarti :)

    ReplyDelete

Show your respect and no rude comment,please.

Blog Design Created by pipdig