by Gita Savitri Devi

5/12/2014

Curhat Lagi, Curhat Lagi

Gue nggak tau dimana gue harus nulis uneg-uneg ini dan gue nggak tau mesti curhat ke siapa tentang hal ini. Terus gue jadi inget kalau gue punya blog yang bisa gue tulis tentang apa aja. Nyahnyahnyah.

Kali ini temanya agak sensitif, tentang agama. Kenapa gue mau curhat tentang agama? Karena gue udah nggak kuat lagi ngeliat kanan-kiri gue, di twitter, facebook, sosial media mana pun nyudutin agama gue. Intinya gitu. So, disini gue nggak mau nulis tentang apa yang bener dan mana yang salah. Gue pure 100% pingin curhat.

Jadi gini, gue terlahir islam. Nyokap-bokap dan keluarga gue semuanya islam. Terlebih dari sisi nyokap gue islamnya kuat banget. Harusnya ya gue religius banget dong ya. Tapi waktu gue masih labil dan masih baru dateng ke Berlin, bisa dibilang pikiran gue liberal banget. Didalam diri gue memperbolehkan aja minum alkohol asal nggak mabuk, karena gue pikir Allah SWT melarang kita ngelakuin sesuatu karena akan ada efek samping yang buruk. Selama nggak ada hal buruk terjadi, ya sah-sah aja. Begitu juga dengan makanan. Gue bener-bener nggak hati-hati sama makanan. Gue emang nggak makan babi, tapi gue asal makan daging sapi atau ayam yang nggak di sembelih pakai nama Allah alias halal. Dulu (juga) gue pikir "Yaa selama nggak babi nggak papa.". I'm that type of person yang nggak mau asal percaya aja sesuatu kalau nggak ada alasan atau buktinya. Jadi gue pasti nyari info tentang semua larangan yang ada di agama gue, sebelum gue mau nerapin. Gue tapi kenapa babi haram, karena dia tinggal di lumpur dan DNA nya mirip manusia dan blablabla (based on my research on the internet and other sources). But still, gue tetep nyeleneh dengan memperbolehkan diri gue makan daging apapun asal bukan babi dan yang hidup di dua alam. I totally forgot kalau sapi akan tetap haram kalau nggak di sembelih secara islam. Nggak cuma urusan makanan doang, gue pun selalu mencoba nge-deny apapun yang sebenernya dilarang. Selalu mencari pembenaran.
So basically gue dulu liberal lah pikirannya.

I'm not saying that now I'm a perfect muslim yang menjalankan semua wajib dan sunnah. Gue masih nggak nutup aurat, gue masih pacaran, gue masih suka salaman sama yang bukan muhrim, dan lain sebagainya. Tapi sekarang gue at least sangat mengerti akan semua larangan dan terapan dalam agama gue, karena itu semua make sense. Gue ngerti kenapa merokok itu tidak diperbolehkan, gue mengerti kenapa musik sebenernya haram, apapun itu lah. Karena gue selalu ingin terus belajar dan terus berjalan ke arah yang Tuhan gue mau. So, gue suka nanya-nanya sama temen gue yang ilmunya lebih tinggi, gue suka baca kajian-kajian apa, atau nonton video di YouTube. Gue mau untuk terus nerapin wajib dan sunnah yang gue tau. Gue tau hidayah itu bukan didapat, tapi hidayah itu dicari. Akhirnya gue pun sekarang terus coba ngelepas ego gue, gue coba buka pikiran gue untuk menerima itu semua. Karena kalau gue masih dengan ego gue sebagai manusia, yang paling nggak suka kalau dilarang, nggak suka nggak bebas, gue nggak akan pernah bisa jalan ke arah Jannah. Karena gue akan makin cinta sama dunia dan makin nggak rela untuk ngelepasin segala hal yang bersifat dunia. Walaupun gue masih sering nge-keep sifat manusiawi gue yang maunya nyeleneh-nyeleneh nggak jelas.

Dulu juga gue berpikir religion is like p*nis, so you don't have to show it to everybody. Terus lama-lama gue mikir, "Harusnya gue bangga kalau gue memperlihatkan status gue. Harusnya gue bangga mendeklarasikan diri gue kalau gue itu muslim. Bukannya malah nutupin.". Dulu gue paling nggak mau orang tau kalau gue tahajjud, atau kalau gue sholatnya cukup sering. Ibadah gue jalan terus kok, but I didn't want anyone to find out about it, karena nanti mereka memberi label ke gue : Gita itu islam banget.

So now after finally ngerti kenapa ini boleh-kenapa itu nggak boleh, gue jadi sadar kalo hati gue lemah (Lah kok tiba-tiba ke hati?). Gue rasanya mau nangis kalo orang mikir islam itu identik dengan orang miskin, orang yang tertutup sama majunya dunia sekarang, orang yang cuma taunya aqidah, syariat, tajwid, tapi nggak tau informasi, nggak tau pengetahuan umum. Gue berasanya sakitt banget kalau ngeliat temen gue yang ngomong kalau jilbab syar'i itu kayak ninja and then they laughed. I mean why are you laughing? Is that even funny? Gue pribadi mau banget someday berhijab syar'i. Do you have problem with that?
Banyak juga sekitar gue yang beropini kalau politik itu nggak boleh dicampuradukan sama agama. Mereka juga menyebut-nyebut istilah "Islamisasi". Kayaknya mereka fobia banget sama islam. Karena mereka pikir kalau hukum islam di praktekan, maka yang non islam akan dibumihanguskan atau apa lah. No! Seandainya aja mereka yang ngomong itu ngerti apa itu islam, mereka nggak akan pernah ngomong itu. Karena islam itu sangat toleransi. Kita nggak anti kristen, kita nggak anti katolik, bahkan kita nggak anti sama atheist. Seperti di surat Al-Kafirun, "Agamaku agamaku, agamamu agamamu.". So why do you have to be that afraid?
Nggak jarang juga orang-orang yang "islam banget" di ceng-cengin. Dikatain onta lah, arab lah. Lucunya, orang-orang yang nyudutin islam itu banyak yang non muslim. Ada sih temen gue, dia non muslim. Tapi dia kayaknya iseng banget suka ngurusin agama gue. Rasanya gue pingin nanya "Lo pakar islam banget ya? Kesannya tau banget apa yang lo omongin.".
Intinya mereka yang nggak suka, berpendapat kalau agama gue itu terlalu strict, nggak fleksibel, dan ketinggalan jaman. Mereka berpikir kalau agama lah yang harus menyesuaikan zaman, bukan sebaliknya. I totally disagree! Kita itu diturunkan ke dunia sama yang diatas dikasih pedoman. Kita dikasih buku "How To Survive In This Life". In this case it's Quran. We have to look it up everytime. Bukannya malah bilang "Ah elah semuanya aja dilarang. Ini dilarang. Itu dilarang. Semuanya di atur-atur.".

My point is, buat orang-orang yang suka nyudutin kami, why are you doing that? Apa untungnya buat kalian? Nggak bisa kah kalian coba berpikir dan bertoleransi terhadap apa yang kami yakinin? Kenapa yang nggak mau pacaran harus di-ceng-in? Kenapa yang nggak minum di bilang nggak gaul? Kenapa orang-orang yang berusaha untuk makin baik malah dibilang sok alim?
Life would have been better if we can tolerate and understand each other. Gue ngerti kok kalau temen gue tiap minggu nggak pernah bisa di ajak jalan karena dia harus ke gereja. Gue nggak berhak complain. Gue pribadi nggak akan pernah mau ngurusin keyakinan orang dan tata cara hidup orang, karena gue nggak ada hak untuk ngelakuin itu. Nggak masalah kalau kalian berbeda pendapat dengan gue, it's normal. I don't care if you are liberal or ahmadiyah or whatever you name it. As long as we don't make a fuss over it, semua akan baik-baik aja toh?
Share:

36 comments

  1. hahaha curhatnya dalem bgt buk ?
    xD
    JK, no offense.

    tp ngerti kok gw, berat ya tinggal di tempat yg minoritas... :)

    hmph.
    sholat, setau ku cuman itu yg akan menyelamatkan kita dari api neraka.

    ReplyDelete
  2. and those questions actually go the same way to many muslims in indonesia who keep 'ceng-ceng'-in non muslim. even worse, calling them kafir. i just hope one day they realize how it feels to be a minority, and start tolerating each other :)

    ReplyDelete
  3. suka sekali postingan ini.

    Jangankan non-muslim, kadang sesama muslim juga masih aja ngejek. Pake jilbab syar'i dibilang ketinggalan jaman, suka ke pengajian dibilang tua. Emang bener harusnya jaman yang ngikutin agama, bukan agama yang ngikutin jaman ;)

    ReplyDelete
  4. asik sih lo git, di sana tapi malah nambah nilai-nilai keislaman lo. kalo lo suka baca buku yang berbau sejarah tapi diceritain dengan simple dan santai, coba baca buku judulnya "Destiny disrupted: a history of the world through islamic eyes" yg ngarang tamim ansary namanya. itu nyeritain dari jaman kekhalifahan khulafaur rasyidin sampe 9/11. bagian terserunya menurut gua pas golden agenya islam dan nunjukin betapa pentingnya peradaban islam bagi perkembangan dunia saat ini. menurut gua ngebuka pikiran banget sih, karena gua di hi aja disuruh pelajarin buku ini buat dalemin islam dan politik global (awalnya gua pikir ini apaan si paling buku2 aneh sok konspirasi lagi haha! ternyata malah bagus).
    eh sorry jadi panjang, tetep mangat git. cheers.
    albar

    ReplyDelete
  5. bener tuh..Orang tuh kalau udah bareng-bareng seneng aja nyela orang lain. aneh dikit dikomentarin.
    Banyak hal lain juga yang kejadiannya kayak gitu, pergaulan, trend, gaya hidup. seandainya semua orang di bumi ini tuh mikir, kalau mereka ngerasa tau ilmu yang bener belum tentu hidup mereka juga udah bener persis dengan apa yang seharusnya mereka lakuin, atau malah disisi lain ga lebih baik dari orang yang dianggap ga bener. apa lagi hal yang 'dianggap ga bener' itu tuh dalam kadar ga merugikan orang lain disekitarnya. kalau seandainya kayak gitu tentunya perbedaan kecil kemungkinannya nimbulin permusuhan.Tapi kenyataannya sisi manusiawi orang kadang berkata lain, apalagi mereka berada di dalam kelompok mayoritas dominan. banyak orang males ngebicarain sesuatu dengan baik-baik dan berusaha memahami pemikiran orang lain karena mereka udah stick sama pemikiran kalau mereka itu paling bener (karena banyakan) dan seharusnya orang lain juga kayak mereka. itu yang kejadian di bumi manapun tiap hari. Hukum sosial yang kejam.
    duh, curhat saya.

    turut prihatin. Semoga kejadian kayak gini bikin imannya makin kuat ya kak Gita.

    ReplyDelete
  6. Git gw suka baca posting loe yang ini, salut sama semangat elo untuk bisa lebih baik dan lebih baik lagi sebagai seorang muslimah. Semoga Allah SWT selalu melindungimu di sana.

    ReplyDelete
  7. hmmmm, tulisannya menarik bikin mikir juga, ngerti banget rasanya waktu jaman ngeband dulu, pengen mukulin temen yang ketawain hijab syar'i atau celana ngatung.

    semoga semua diberi hidayah yang baik

    ReplyDelete
  8. gue jadi ngebayangin, tinggal di tempat dimana Islam jadi minoritas mungkin gak beda jauh situasinya dengan jaman Rasulullah saw pertama kali nyebarin islam dulu, terlebih dari sisi perlakuan orang pada islam. kalau menyikapinya dengan sabar dan konsisten seperti Rasulullah dan para sahabat, bukan gak mungkin kamu bisa jadi jalan hidayah bagi mereka di sana. keep istiqomah ya git :)

    ReplyDelete
  9. gue jadi ngebayangin, tinggal di tempat dimana Islam jadi minoritas mungkin gak beda jauh situasinya dengan jaman Rasulullah saw pertama kali nyebarin islam dulu, terlebih dari sisi perlakuan orang pada islam. kalau menyikapinya dengan sabar dan konsisten seperti Rasulullah dan para sahabat, bukan gak mungkin kamu bisa jadi jalan hidayah bagi mereka di sana. keep istiqomah ya git :)

    ReplyDelete
  10. postingan keren ka.. jujur guaa itu orang kriten-katholik. nah di agama kita aja tuh masih sering ada yang komententar negatif. padahal sesama agama. apalagii yang beda agama.

    jadi hal kaya gitu mah wajarr namanya juuga orang sirik.

    ReplyDelete
  11. now you understand how i feel when they (who are mostly moslems) burn churhces and forbid us to pray in our churches. they were just 'teasing' you. put ur position in MY position. thanks

    ReplyDelete
  12. Kak Git, Ich bin Citra und wohne in Halle. Seit Lange gucke ich deine Webseite immer, besonders wenn es neues Post gibt. im Laufe der Zeit möchte ich mit dir kennenlernen. Du bist mein Vorbild sozusagen aber ich habe doch meine eigene Personalität. Ich bin kein Follower hehehe. was ich sagen möchte, dass ich dieselbe Meinung habe wie du. Als ich in Deutschland angekommen bin, habe ich mich unterschieden, Kopftuch zu tragen. Aber ich denke immer frei, wahrscheinlich bisschen liberal. Das ist ein Vorgang des Lebens. Vielleicht willst du die Entscheidung treffen, Kopftuch zu tragen. Freue mich sehr drauf.

    ReplyDelete
  13. Curhatannya bagus git. Tetep sabar dan hadapin dgn kepala dingin. Jgn sampek smua omongan org itu sampek ngurangin semangat ibadah gita atau nyemarin hati gita dan kita smua. Trus berusaha untuk menjadi org2 yang beruntung bukan org2 yg merugi.

    ReplyDelete
  14. Curhatannya bagus git. Tetep sabar dan jaga emosi, jgn sampek omongan semua orang itu ngerusak ibadah gita dan sampek ngilangin semangat ibadah gita dan kita semua.

    Tetep berusaha git, untuk menjadi orang - orang yang beruntung, bukan termasuk orang - orang yang merugi.

    ReplyDelete
  15. ketika berbicara agama seseorang selalu sepihak, ketika berbicara keyakinan kita akan selalu universal tidak ada keberpihakan disana,sesuatu yang vertikal dan horizontal baiknya selalu seimbang :D, dari yang di curhatin gita ada satu point yang membawa gita menjadi toleransi... tetep berproses.. inti semuanya adalah proses

    ReplyDelete
  16. now you know how it feels to be that minority, glad you know how to handle it. good luck! :D

    ReplyDelete
  17. Bismillah [semoga dibaca :)]
    Assalamualaikum teteh, perkenalkan saya Muhammad Ansyari Rizky salah satu mahasiswa di Universitas Padjadjaran, dan saya salah satu aktivis dakwah Muslim. Semoga Comment saya bermanfaat dan bisa menjadi motivasi buat teteh dan juga buat saya.
    Saya selalu berorasi kepada orang banyak, bahwa prestasi terbaik saya di dunia adalah ketika saya menjadi seorang muslim dan lahir dari keluarga muslim. Saya sangat bangga menjadi seorang Muslim, tapi pertanyaannya apakah saya bisa membanggakan Muslim dihadapan orang-orang yang selalu berkomentar negatif terhadap muslim? Hari ini ribuan orang termasuk muslim dan non muslim, mengecam bahwa muslim itu teroris, tapi tetap bangga menjadi Muslim, karena saya ingin buktikan bahwa muslim bukan seperti itu. Sekali lagi saya bangga menjadi muslim, dan ingin menjadi muslim yang membanggakan lewat prestasi, lewat akhlak, dan menjalankan perintahNya serta menjauhkan larangannya.

    Ketika membaca tulisan yang ini,saya jadi malu, selama ini saya berdakwah dikalangan mayoritas mengubah pola pikir yang hedon menjadi muslim banget itu adalah beban dakwah yang harus saya jalankan. Saya malu karena teteh hidup orang yang rasis kalau saya bilang dalam hal agama, dan teteh mampu bertahan. Justru saya menjadi lebih termotivasi lagi untuk mengisi semangat ini dengan terus berdakwah dengan cara-cara yang kreatif, karena Islam itu mengajarkan banyak hal dalam kehidupan ini. Masa lalu, hari ini, dan masa depan itu sudah tertulis dalam ayat-ayah suci Al-Qur'an.

    "Menjadi Muslim adalah menjadi kain putih, lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta, rahmat bagi semesta alam. Aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna Ilahi. Telah tiba saatnya, derai berkilau Islam tak lagi terpisahkan dari pendar menawan seorang Muslim. Dan saksikan, bahwa aku seorang Muslim." - Salim A. Fillah

    Inilah kata-kata yg selalu membuat saya bersemangat menyebarkan indahnya agama Allah (:

    Semoga kita bisa sharing-sharing, apalagi saya pengen melanjutkan S2 di Jerman. kalau diperbolehkan sharing-sharing ini email saya teh --> m.ansyari.rizky@gmail.com

    Semoga bermanfaat.
    Wassalam
    Allahuakbar (:

    ReplyDelete
  18. Bismillah
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Perkenalkan nama saya Muhammad Ansyari Rizky, mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Saya salah satu mahasiswa yg bergerak menjadi aktivis dakwah, karena saya pikir pemuda itu harus bisa berdakwah dan menyebarkan indahnya muslim.
    ketika membaca curhatan teteh, saya merasa malu, karena selama ini saya berdakwah terlalu nyaman karena orang-orang yg saya hadapi tidak rasis, paling yg rasis yg non muslim. Sementara teteh menjalani aktivitas di wilayah yang sangat rasis terhadap agama islam.
    Saya tahu, perjalanan ini sangat pahit, sakit dan sulit, karena saya tahu pasti surga itu manis. Inilah kata-kata yang menjadi motivasi saya ketika menjadi aktivis dakwah islam di kampus. Terus berjuang teteh di jalan Allah, di jalan Muslim, di jalan yang diridhai, semoga tetap sabar dan tawakkal menghadapi, karena sesungguhya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan Allah memberikan ujian, karena kadar iman kita ingin dinaikkan menjadi lebih berat lagi dan berkualitas.


    "Menjadi Muslim adalah menjadi kain putih, lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta, rahmat bagi semesta alam. Aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna Ilahi. Telah tiba saatnya, derai berkilau Islam tak lagi terpisahkan dari pendar menawan seorang Muslim. Dan saksikan, bahwa aku seorang Muslim. - Salim A. Fillah (:

    Semoga kata-kata ini bisa menginspirasi dan memotivasi kita menjadi muslim yang bangga dan bisa membanggakan. Allahuakbar

    Saya pengen sharing ke teteh, apalagi saya pengen mengambil gelar Master dan Doktor di Jerman, kalau diperbolehkan ini email saya utk saling contact. m.ansyari.rizky@gmail.com

    semoga kita menjadi umat yang selalu bangga dan membanggakan muslim baik dari prestasi ataupun hal-hal yang positif.

    ReplyDelete
  19. Saran: font-sizemya terlalu kecil, visitor susah baca... edit lagi tempalte blognya agar enak dan mudah dibaca, sayang isi artikelnya bagus tapi susah bacanya

    ReplyDelete
  20. Wow, seriously?? Just don't believe with anything that I've just read. You girl rock. Mungkin lu alasan gua bakal ngerubah pola pikir gua yg selama ini (maaf, banget) terlalu men-judge cewe cantik dan populer yg ga pake jilbab. Selama ini yg gua yakini adalah cewe yg semacam itu pasti jauh, ga ngerti apa2 soal agama, dan sengaja menjauh dari nilai2 agama.

    Selama ini gua berfikir kalo cewe semacam ini bakal susah dikasih tau, karna doi ngerasa udah nyaman sama hidupnya jadi ga mau diatur2. Tapi ternyata gua salah besar. Ternyata masih ada tipikal cewe semacam lu ini, yg masih punya ruang di hatinya buat taubat dari perbuatan2 yg melanggar.

    Dan nggak cuman sampai di situ, ternyata pemahaman lu soal agama juga lumayan dalem, terlepas dari ke-belum-berani-an lu dalam ngelakuin. Tapi justru di situ poinnya, banyak kesamaan antara lu dan gua. Jujur gua agak tau banyak soal agama, yah, seenggaknya dibanding temen2 gua. Tapi gua sendiri ngerasa belum bisa berbuat banyak buat istiqomah jalanin ajaran agama.

    Okay cukup, maaf kalo kepanjangan. Abaikan gua, gua cuman orang yg accidentally buka soundcloud lu karna ada temen yg share, googling nama lu dan baca postingan ini. Gua salut sama lu, beneran. Dan gua berharap semoga suatu saat kita sama2 bisa tobat dan menjalankan islam secara kaaffah.

    Sekali lagi maaf kalo ada kata2 yg menyinggung perasaan, gua sama sekali ga ada maksud. Oiya, boleh nambah satu lagi kan ya harapannya hehe. Semoga suatu saat gua bisa nemuin cewe yg kaya lu ini.

    ReplyDelete
  21. mba kapan posting lagi, saya sudah berkali-kali buka blog mba gita, tapi belum ada satupun posting terbaru. saya tunggu ya mba gita posting berikut nya yang menginspirasi saya

    ReplyDelete
  22. gua suka pemikiran lu. kebetulan gua ngalamin hal yg sama saat yg bener dianggep aneh dan yg salah dianggep biasa. ketika gua ngejalanin islam dg bener org ngejudge aneh, sok alim lah, sok rajin pdahal mrk cma ngeliat gua solat tepat wktu lsg.

    gua setuju dg lu kalo hidayah itu dicari. alhamdulillah setahun blakangan ini gua dket dg org yg paham islam dg baik, tp gua gak pernah nyari keadaan spt ini, gua cm doa mnta Allah deketin gua dg org yg bisa dketin gua dg surga (doanya agak klise tapi beneran kok hehe) , tpi gua yg masih ngejalanin islam seadanya yg pntg solat 5 wkt, kalo diajak kajian atau ngebahas islam lebh dalem masih sok sibuk ngehindar2 gtu.

    belakangan gua sadar kalo itu cara Allah bicara dg kita atas doa kita. gua yakin apa yg terjadi sama lu ini juga cara Allah bicara dg lu utk lebih deket dgNya , tgal kitanya aja baca bahasa Allah itu.

    gua salut dg prinsip lu dan pemikiran lu. maaf kalo jd panjang malah curhat skalian hehe. tp mgkin bakal asik kalo kita bisa ngobrolin beginian lebih dalem lagi ya :)

    ReplyDelete
  23. Git, tulisan lo keren. Btw kalo bisa sih line space paragraph nya di gedein deh... biar lebih enak lagi baca blog lo :)

    ReplyDelete
  24. BE YOUR SELF.. Do the best aja.. :-)

    ReplyDelete
  25. Btw kak Gita, itu pacarnya Paulus Andreas seagama gak? kalau gak seagama, mungkin dari situ dulu aja berubahnya. mencari yang seiman. just my two cent.

    ReplyDelete
  26. Keren tulisannya.. tapi tetep yang paling penting implementasinya kan?? hehee. mungkin di awali dengan hal yang (mungkin) saaat ini gampang tapi kedepannya (mungkin) akan lebih sulit. memutuskan pacar kamu yang gak seiman :)

    ReplyDelete
  27. hi git! aseli, kayanya lo asik diajak ngobrol bareng deh.

    salam dari indonesiaaa. :)

    ReplyDelete
  28. Salam kenal, mau numpang nulis boleh ya :D, Kalo menurut gw

    Tuhan itu maha besar, maha kaya, maha bijaksana dan maha sempurna

    Buat apa tuhan utus nabi"nya buat bawa agama yahudi, kristen dan islam?
    Apakah untuk mengupdate agamanya tuhan, jika demikian tuhan tidak maha sempurna.

    Curhatannya gita bikin flashback jaman kuliah, mungkin sedikit berbagi. Manusia dalam hidup terus berproses yang tujuan adalah mengetahui tujuan hidup nya sebenarnya buat apa?

    Jika tujuannya Menyembah tuhan?
    Sejak jaman dinosaurus bumi dan tata surya udah ada, ga perlu manusia supaya tuhan bisa disembah. emangnya tuhan narsis :p

    Bekerja?
    Apa bedanya dengan kerbau. kerbau bekerja garap sawah, binatang lainnya bekerja dengan fungsinya masing" dengan kemampuan yang diberikan.

    Pada akhirnya, pencarian/belajar kebenaran itu ga akan pernah habis.
    Tuhan ngasih banyak agama untuk dipelajari agar bisa yakin sama tuhan, konsep ontologi dalam ilmu filsafat
    mangkanya dalam di indonesia filsafat jadi dasar pancasila sila pertama adalah : keyakinan kepada tuhan yg maha esa

    Terima kasih git, buat tulisan dan ijin nulisnya. :)

    ReplyDelete
  29. buat gita, gw punya referensi, nonton video zakir naik, semoga ada tambahan ilmu untuk bekal agamnya, dan menjadi manfaat buat kita semua terkhusus buat gita

    ReplyDelete
  30. Sorry gue baru baca post lo yang ini Kak. But I think you should write it in English. Biar yg baca nggak cuma orang indo. Disini mayoritas muslim Kak, dan menurut gue toleransi disini masih lebih aman daripada dari nonmuslim diluar indo. Di non-muslim country, mereka(nonmuslim) jadi mayoritas makanya mereka nggak bisa memandang islam sebagaimana islam itu sebenarnya. Jadi gue pikir mereka harus baca tulisan lo ini, supaya mereka lebih kenal islam dan nggak mandang sebelah mata sama agama kita ini

    ReplyDelete
  31. Hai kak, berawal dari kepo tulisan kak gita yang lama jadi baca postingan yang ini.
    kalo menurutku kak, apa yang kak gita utarain itu bener seperti islam tu sebenernya sangat toleran, nggak anti kristen ataupun yang lain.
    tapi kak, as a muslim di indonesia aku melihat tokoh muslim yang menonjol banyak yang keliatannya intoleran, sampe-sampe intoleran sama landasan negara sendiri. mungkin itu adalah sekelumit bagian dari islam, tapi bagi kebanyakan oran non-islam yang nggak punya dasar pengetahuan tentang islam apa yang disuguhkan ke mereka, apa yang mereka lihat dan apa yang sering terlihat dari muslim sendiri akan mereka percaya.
    dan ga sedikit da'i wanita maupun lelaki yang membahas ajaran agama lain pas dakwah, menurutku itu salah satu sikap intoleran juga karena menyebarkan kebencian pada agama lain.
    pada intinya, kita nggak bisa nyalahin orang-orang non yang menyereotipkan islam adalah agama yang intoleran saat banyak tokoh-tokoh islam yang dikenal juga sikapnya intoleran.

    just opinion kak. masih belajar juga. cmiiw.

    ReplyDelete
  32. Kak Gita, menurut kakak tentang bumi datar gimana? menurut sumber- sumber yang kubaca, bumi datar itu meluruskan teori yang menurut mereka melenceng dari seharusnya, which is bumi bulat. Mereka bilang bumi bulat itu orang yang kepengen jadi tuhan di dunia(menjauhkan agama sbg pedoman hidup), Kepengen mendominasi bumi buat kepentingan mereka (kaum elite), banyak pula rahasia dunia yang gak dipublikasikan.

    Situs yang bahas banyak ada di youtube, channelnya : FlatEarth101.

    ReplyDelete
  33. tetap jalan lurus abaikan yang selalu mencela, tetepberpegang teguh pada iman dan aturan islam. sebagai muslim yang jumlahnya minoritas di negeri orang itu bukan suatu halangan untuk memperlemah keimanan kita kepada Yang Maha Esa, keep going on and always pray supaya dapat perlindungan selalu dari Tuhan. hanya sekedar saran, ada baiknya kalau di konsultasikan kepada orangtua yang lebih faham akan solusinya, bukan berarti sudah mahasiswa bisa mikir dan mengatasi masalah sendiri, sekuat-kuatnya manusia pasti akan membutuhkan bantuan oranglain untuk memecahkan masalah.

    ReplyDelete
  34. Islam dijadikan alat politik itu yang bikin rusuh. Kondisi di Indo sekarang kayak gitu. Sedih banget ngeliatnya. Orang dengan santainya ngatain kafir dan bla bla bla. Itu sungguh tidak manusiawi menurut gue. Yang boleh ngecap kafir itu Allah SWT. Yang boleh gejudge masuk surga dan neraka itu ya Allah SWT. So, I agree with "Bagiku agamaku, bagimu agamamu"

    Regards

    ReplyDelete
  35. Eh.. Ketinggalan banget gw ya coment udah 2017. tapi git tulisan ini masih relevan untuk kondisi saat ini bahkan lebih bagus dishare lavi biar lebih banyak yang baca. Karena saat ini pemahaman orang sudah mulai frontal saling bentur bukan hanya yang beda agama parahnya banyakan yg seagama nih yg saling serang tahu kan sekarang dua kubu yg satu ngaku moderat tapi yg satu dituduh radikal padahal yg dituduh radikal ya di kehidupan nyata sehari-harinya ya orang yg damai kok gak berbuat onar apalagi ganggu tetangganya ya seperti yg lo bilang mereka hanya ngikutin hukum islam.. Berawal dari Istri nyuruh nyari film beauty and the beast terus Sekalian soundtrack nya eh ketemu Gita n Paul cover lagunya. Bagus n bikin curious siapa sih gita n paulus haha 😂. Dan dari tulisan lama lo ini ya nyinggung belum berhijab dan setelah berproses akhirnya sekarang dah berhijab ya..Sukses dan semoga Istiqomah git. Terimakasih. Wassalamualaikum

    ReplyDelete

Show your respect and no rude comment,please.

Blog Design Created by pipdig